Usai Dugaan Keracunan MBG, Ketua DPRD Cirebon Minta Evaluasi SOP SPPG Kalijaga

Andre Sulistyo menyoroti kualitas bahan baku dan proses memasak di SPPG Kalijaga setelah dugaan keracunan MBG. DPRD meminta pengelola mematuhi SOP dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

BERTENZ.COM – Ketua DPRD Kota Cirebon, Andre Sulistyo, meminta pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijaga mengevaluasi proses pengolahan Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyoroti kualitas bahan baku, proses memasak, hingga kapasitas produksi menyusul dugaan keracunan makanan di wilayah tersebut.

Andre menyampaikan hal itu saat mengunjungi SPPG Kalijaga bersama sejumlah anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon, Rabu (21/10/2026). Rombongan meninjau langsung tahapan produksi, mulai dari penerimaan bahan baku hingga pengolahan makanan.

DPRD Soroti Kualitas Bahan Baku MBG

Andre menilai pengelola perlu memperbaiki sejumlah tahapan produksi untuk menjaga kualitas dan keamanan makanan bagi penerima manfaat.

“Jadi artinya di sini kita melihat mungkin ada apa ya yang harus dievaluasi ulang lah ya dan harus diperbaiki,” ujar Andre.

Ia meminta pengelola memeriksa kualitas bahan baku sejak proses penerimaan. Selain itu, pengelola perlu memastikan setiap tahapan pengolahan memenuhi standar keamanan pangan.

Andre Minta Semua Makanan Dimasak di Dapur SPPG

Andre juga menyoroti dugaan penggunaan telur puyuh yang dimasak di luar dapur SPPG. Ia meminta pengelola menjalankan seluruh proses memasak di dapur sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Baca Juga:  Sekolah Rakyat di Cirebon Libatkan 540 Siswa, Jigus Soroti Pemerataan Pendidikan

“Tolonglah ini sop-nya tolong kembali dijaga dan Dikembalikan pada seperti sop awal bahwa seluruh makanan baik itu telur atau apapun sayuran Ya harap diproduksinya ada di dapur ini itu tidak diproduksi di luar,” katanya.

Menurut Andre, proses memasak di luar dapur menyulitkan pengelola mengawasi waktu pengolahan dan pengiriman makanan. Karena itu, ia mengingatkan pengelola agar tidak mengabaikan SOP dalam menyiapkan makanan untuk penerima manfaat.

DPRD Tunggu Hasil Pemeriksaan Laboratorium

Meski menyoroti sejumlah tahapan produksi, Andre menegaskan DPRD belum menyimpulkan penyebab dugaan keracunan tersebut. Ia meminta semua pihak menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan investigasi lebih lanjut.

“Saya dan teman-teman tidak berspekulasi ya kalau untuk kenapa dari pada makanan itu Ya kita tunggu saja dari hasil dari lab gitu ya kita tunggu dari lab,” tegasnya.

Baca Juga:  Keracunan MBG Cirebon, Komisi III Temukan Dugaan Pelanggaran SOP Dapur

Andre mengatakan DPRD akan terus memantau perkembangan kasus tersebut. Ia juga meminta semua pihak tidak berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan memberikan kepastian.

SPPG Diminta Sesuaikan Produksi dengan Kapasitas Dapur

Selain mengevaluasi proses memasak, Andre meminta pengelola menyesuaikan jumlah produksi dengan kapasitas dapur dan tenaga kerja. Ia mengingatkan SPPG agar tidak memaksakan jumlah produksi ketika fasilitas yang tersedia belum mampu memenuhi kebutuhan.

Andre juga menekankan pentingnya keamanan makanan bagi anak-anak dan lanjut usia yang menerima manfaat program MBG. Menurutnya, pengelola harus menjaga kualitas bahan baku, kebersihan, serta ketepatan proses pengolahan.

“Tolong dipastikan setiap spp-nya itu Jangan Lagi Ada makanan enggak yang dimasak di luar,” ucap Andre.

DPRD Kota Cirebon akan terus memantau perkembangan kasus tersebut. Andre meminta pengelola mengevaluasi SOP, memperketat pemeriksaan bahan baku, dan memastikan seluruh proses memasak berjalan sesuai ketentuan.

Hingga kini, penyebab dugaan keracunan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan investigasi lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *