Kolam Renang Jadi Panggung Baru Santri, Ratusan Peserta Adu Bakat di Cirebon

Ratusan santri dari berbagai jenjang pendidikan bersaing di Kejuaraan Santri Ngojay Berprestasi Se-Jawa Barat 2026.

BERTENZ.COM – Kolam Renang Apita, Kabupaten Cirebon, menjadi panggung bagi ratusan santri untuk menunjukkan kemampuan di bidang olahraga.

Sebanyak 468 santri dari pondok pesantren dan sekolah Islam di Jawa Barat mengikuti Kejuaraan Santri Ngojay Berprestasi Se-Jawa Barat 2026, Sabtu (12/9/2026).

Mereka terdiri atas 282 atlet putra dan 186 atlet putri. Para peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai TK hingga SMA sederajat.

Kejuaraan ini sekaligus memperlihatkan potensi olahraga yang tumbuh di lingkungan pesantren.

Selama ini pesantren identik dengan pendidikan agama dan pembentukan akhlak. Namun, para santri juga memiliki kesempatan mengembangkan bakat di bidang olahraga.

Beragam Nomor Jadi Ajang Unjuk Bakat

Para peserta bersaing dalam sejumlah nomor renang. Di antaranya 25 meter gaya kupu-kupu, gaya punggung, gaya dada, dan gaya bebas.

Ada pula nomor 25 meter gaya bebas fins, papan kaki gaya bebas, papan kaki gaya dada, serta 50 meter gaya bebas

Kategori perlombaan disesuaikan dengan jenjang pendidikan peserta.

Mulai dari TK, SD/MI/MD kelas 1 sampai 6, SMP/MTs kelas 7 sampai 9, hingga SMA/MA kelas 10 sampai 12.

Selain nomor perorangan, panitia juga menyiapkan penghargaan kejuaraan papan dan kejuaraan umum.

Ketua Umum Akuatik Kabupaten Cirebon Yudi Kurniawan mengatakan kejuaraan tersebut lahir dari gagasan Dewan Pembina Akuatik Kabupaten Cirebon Dr. M. Habib Khaerussani.

Gagasan tersebut diarahkan untuk semakin banyak melibatkan santri dalam pembinaan olahraga.

Baca Juga:  Menag Kecam Penembakan di New Zealand: Tak Berperikemanusiaan!

“Kegiatan ini digagas oleh Dewan Pembina Akuatik Kabupaten Cirebon Dr. M. Habib Khaerussani yang ingin banyak melibatkan para santri yang berada dalam lingkungan pondok pesantren. Tentunya dengan persetujuan dari Ketua Akuatik Jawa Barat,” katanya.

Yudi juga mengapresiasi orang tua yang memberikan kesempatan kepada anak-anak mereka mengikuti kompetisi.

“Terima kasih kepada semua orang tua atlet yang mau mengikutsertakan anaknya dalam kegiatan Kejuaraan Santri Ngojay Berprestasi Se-Jawa Barat 2026,” ujar Yudi.

Dari Pesantren untuk Pembinaan Atlet

Dewan Pembina Akuatik Kabupaten Cirebon Dr. M. Habib Khaerussani atau Gus Habib melihat keterlibatan santri dalam olahraga sebagai ruang untuk menggali potensi yang selama ini belum banyak terlihat.

Menurutnya, santri tidak hanya memiliki kemampuan dalam bidang keagamaan. Mereka juga memiliki bakat dan keterampilan yang dapat dikembangkan sejak usia dini.

“Para santri bukan hanya hafal Al-Qur’an, tetapi juga bisa mengembangkan keterampilan olahraga yang mereka miliki dan sudah menjadi bakat sejak kecil,” ujarnya.

Gus Habib berharap kejuaraan tersebut menjadi awal pembinaan jangka panjang.

Dengan pembinaan yang berkelanjutan, santri yang memiliki kemampuan renang dapat berkembang menjadi atlet berprestasi.

Ketua KONI Kabupaten Cirebon H. Agus Budiman Kurniawan atau Ji Gus menilai kompetisi usia dini memiliki peran penting dalam menemukan bibit atlet.

“Atas nama Pemkab Cirebon dan KONI, kami mengapresiasi Akuatik Kabupaten Cirebon dan segenap panitia yang bisa menyelenggarakan kegiatan ini dengan sukses,” kata Agus.

Baca Juga:  Bara Sampah Kembali Menyala, Lahan Bekas PMI di Kedawung Cirebon Terbakar

Menurut Agus, kemampuan olahraga juga dapat menjadi bekal bagi generasi muda di masa depan.

“Santri selain memiliki dasar agama dan adab yang baik, serta hafal Al-Qur’an, juga harus mengembangkan bakat dan keterampilan olahraga. Dengan begitu, mereka memiliki tambahan keterampilan, khususnya di bidang renang,” tuturnya.

Ia juga menilai keterampilan tersebut dapat membuka peluang bagi santri yang kelak ingin berkarier di berbagai bidang, termasuk TNI dan Polri.

Bibit Unggul Mulai Dicari

Ketua Akuatik Jawa Barat Ir. Verdian Yosep, SE. membuka secara resmi kejuaraan tersebut.

Verdian mengaku bangga melihat keterlibatan santri dalam pembinaan olahraga renang.

Menurutnya, para atlet yang tampil dan meraih prestasi perlu terus dibina. Mereka diharapkan tidak berhenti setelah satu kompetisi.

“Kami berharap para atlet berprestasi ini bisa terus dikembangkan dan dicetak menjadi bibit unggul,” ujarnya.

Verdian juga mengapresiasi peran orang tua dalam mendukung perjalanan anak-anak mereka di dunia olahraga.

“Terima kasih kepada orang tua atlet yang sudah mendukung anaknya untuk meraih prestasi dan menjadi anak yang berguna bagi negara,” katanya.

Kejuaraan Santri Ngojay Berprestasi Se-Jawa Barat 2026 akhirnya tidak hanya menjadi arena perlombaan.

Ajang ini membuka ruang baru bagi pesantren untuk ikut melahirkan bibit atlet.

Dari 468 santri yang turun bertanding, muncul kesempatan untuk menemukan perenang muda yang dapat dibina menuju level prestasi yang lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *