Integrasikan Data Infrastruktur, DPUTR Cirebon Kembangkan SATRIA

Sistem ini ditargetkan membantu pemerintah menentukan prioritas pembangunan berdasarkan data yang terpadu, dengan tender awal direncanakan Januari 2027.

BERTENZ.COM – Perencanaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Cirebon diarahkan semakin berbasis data. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) setempat mengembangkan SATRIA, sistem informasi yang mengintegrasikan data infrastruktur dan tata ruang dalam satu peta digital.

SATRIA merupakan singkatan dari Satu Peta Infrastruktur dalam Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Wilayah. Sistem ini dirancang untuk membantu pemerintah daerah memahami kebutuhan infrastruktur berdasarkan kondisi dan karakteristik setiap wilayah.

Kepala DPUTR Kabupaten Cirebon, Sunanto, S.STP., M.Si., mengatakan integrasi data menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan. Pemerintah perlu melihat kondisi infrastruktur sekaligus mempertimbangkan kesesuaiannya dengan rencana tata ruang.

“Integrasi ini diharapkan membantu pemerintah daerah melihat keterkaitan antara kondisi infrastruktur dan rencana pemanfaatan ruang sebelum menentukan prioritas pembangunan,” ujar Sunanto dalam sosialisasi SATRIA, Senin (26/10/2026).

Menghubungkan Data Infrastruktur dan Tata Ruang

Selama ini, informasi mengenai jaringan jalan, irigasi, dan tata ruang tersebar di berbagai sumber. Perbedaan sumber data tersebut memerlukan pengelolaan terpadu agar informasi dapat digunakan secara lebih efektif dalam perencanaan pembangunan.

Melalui SATRIA, berbagai informasi tersebut akan disusun berdasarkan lokasi. Dengan demikian, pemerintah dapat melihat keterkaitan antara kondisi infrastruktur, pemanfaatan ruang, dan kebutuhan pengembangan wilayah.

Baca Juga:  Diminta Usut Dugaan Ketidakwajaran Anggaran DPRD, Kajari Cirebon: Kami Tunggu Hasil Telaah

“SATRIA dirancang untuk menghubungkan berbagai informasi pembangunan ke dalam satu kerangka data berbasis lokasi,” kata Sunanto.

Sebagai contoh, data jaringan jalan dapat dianalisis bersama pola pemanfaatan ruang di sekitarnya. Sementara itu, informasi jaringan irigasi dapat dikaitkan dengan kawasan pertanian dan kebutuhan pengembangan wilayah.

Pendekatan tersebut diharapkan membantu perangkat daerah mengidentifikasi kebutuhan pembangunan sekaligus meningkatkan koordinasi dalam penyusunan program.

Akurasi Data Menjadi Tantangan

Meski menawarkan integrasi informasi, manfaat SATRIA akan bergantung pada kualitas data yang dihimpun. Kelengkapan, akurasi, dan pembaruan data menjadi faktor penting agar informasi yang ditampilkan dapat digunakan sebagai dasar perencanaan.

“Namun, manfaat sistem ini akan sangat bergantung pada kelengkapan, akurasi, dan pembaruan data yang digunakan. Karena itu, pengembangan SATRIA tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada tata kelola informasi yang mendukungnya,” ungkap Sunanto.

Pada tahap awal, DPUTR memfokuskan pengembangan pada pembentukan fondasi sistem, konsolidasi data, penyusunan struktur informasi, serta pembuatan prototipe dasbor geospasial.

Baca Juga:  KAI Cirebon Operasikan 6 Gardu Perlintasan Kereta, 21 Titik Masih Dibangun

Selanjutnya, pengembangan akan mencakup standardisasi, validasi, dan integrasi data secara bertahap. Proses ini diperlukan untuk memastikan informasi dari berbagai sumber memiliki format yang konsisten.

DPUTR juga melibatkan pemangku kepentingan melalui sosialisasi agar setiap perangkat daerah memahami tujuan dan tahapan pengembangan sistem tersebut.

“Kolaborasi antarbidang dan antarperangkat daerah menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan sistem tersebut, terutama dalam menjaga konsistensi dan kualitas data yang terintegrasi,” ucapnya.

Tender Awal Ditargetkan Januari 2027

Pengembangan SATRIA menjadi bagian dari transformasi digital DPUTR Kabupaten Cirebon. Sistem ini diharapkan tidak berhenti sebagai peta digital, tetapi dapat digunakan untuk mendukung keputusan pembangunan berdasarkan informasi yang terintegrasi.

Dengan data yang terus diperbarui, pemerintah daerah diharapkan dapat menyusun prioritas infrastruktur secara lebih terarah serta menyelaraskan program pembangunan dengan kebijakan tata ruang.

Semakin cepat, DPUTR juga akan berencana menggelar tender atau lelang pekerjaan awal pada Januari 2027.

“Januari 2027 akan menlangsungkan tender atau lelang awal,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *