598 Atlet dari 81 Klub Ramaikan Finswimming Open Tournament di Cirebon

Kejuaraan nasional ini diikuti atlet dari 10 provinsi dan menjadi ajang mengukur kemampuan menuju kompetisi berikutnya.

BERTENZ.COM – Sebanyak 598 atlet dari 81 klub selam meramaikan Cirebon Finswimming Open Tournament 2026 di Kota Cirebon. Mereka datang dari 10 provinsi untuk menguji kemampuan dalam kejuaraan nasional antar-klub tersebut.

Kompetisi berlangsung di Kolam Renang Chaterine Surya, Kompleks Stadion Bima, Kota Cirebon, Sabtu (12/9/2026).

Peserta datang dari berbagai daerah. Di antaranya Kalimantan Timur, Papua Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku Utara.

Kejuaraan tersebut dibuka Wali Kota Cirebon Effendi Edo. Ia didampingi Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman.

Ratusan atlet hadir bersama pelatih, ofisial, orang tua, wasit, dan juri. Kehadiran kontingen dari berbagai daerah membuat persaingan di kolam renang semakin semarak.

Ajang Uji Kemampuan Atlet

Wali Kota Effendi Edo menyambut kedatangan seluruh kontingen di Kota Cirebon.

“Atas nama Pemerintah Kota Cirebon, saya mengucapkan selamat datang di Kota Cirebon kepada seluruh kontingen, pelatih, ofisial, dan para atlet klub selam dari berbagai wilayah di Indonesia. Kami menyambut kehadiran Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian dengan penuh kebahagiaan,” ujar Wali Kota.

Menurut Effendi Edo, Cirebon memiliki hubungan kuat dengan kawasan pesisir dan kemaritiman.

“Bagi peserta yang baru pertama kali datang, Kota Cirebon merupakan simpul strategis di pesisir utara Pulau Jawa. Cirebon bukan sekadar titik transit, tetapi juga menjadi pusat pergerakan ekonomi, niaga, dan budaya. Secara geografis maupun historis, kami memiliki kedekatan yang kuat dengan kawasan pesisir dan kemaritiman,” katanya.

Karakter tersebut dinilai selaras dengan olahraga perairan. Karena itu, Pemkot Cirebon menyambut penyelenggaraan kejuaraan selam berskala nasional tersebut.

Baca Juga:  Sosok New Nissan Livina Terungkap, Apa Kata NMI?

Kolaborasi Pemkot, Lanal dan POSSI

Effendi Edo menyebut kejuaraan ini lahir dari kolaborasi sejumlah pihak.

“Kejuaraan ini merupakan wujud nyata kolaborasi lintas sektor. Keberhasilan menghadirkan kompetisi berskala nasional tidak lepas dari sinergi antara Pemerintah Kota Cirebon, Pangkalan TNI AL Cirebon, dan Pengurus Cabang POSSI Kota Cirebon,” ungkapnya.

Ia mengatakan pembinaan atlet membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

“Pemerintah Kota Cirebon menempatkan diri sebagai mitra strategis dalam mendukung pembinaan olahraga. Kami berkomitmen untuk terus memfasilitasi ruang-ruang kompetitif seperti ini, karena kompetisi menjadi salah satu sarana untuk mencari bibit atlet sekaligus mempercepat peningkatan prestasi,” tutur Wali Kota.

Effendi Edo juga meminta para atlet menjadikan kompetisi tersebut sebagai tolok ukur hasil latihan.

“Jadikan kompetisi ini sebagai parameter untuk mengukur hasil dari latihan yang selama ini dijalankan. Bertandinglah dengan kemampuan terbaik, tetap jaga keselamatan, junjung tinggi sportivitas, dan berikan penampilan yang maksimal,” pesannya.

598 Atlet dari 81 Klub

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Cirebon Letkol Laut (P) Mizar Hanoeng mengatakan terdapat 598 atlet yang mengikuti kejuaraan.

Mereka berasal dari 81 klub di 10 provinsi. Peserta juga datang dari unsur TNI dan Polri.

“Kami menyaksikan hadirnya 598 atlet yang didampingi pelatih, ofisial, dan orang tua atlet dari berbagai daerah di Indonesia. Kami selaku pembina olahraga selam atau POSSI Kota Cirebon memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para atlet, pelatih, orang tua, wasit, dan juri yang telah hadir di Kota Cirebon,” kata Mizar.

Baca Juga:  Tunggal Putra Paceklik Gelar All England 25 Tahun, Ini Saran Untuk Jonatan dkk

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemkot Cirebon terhadap penggunaan Kolam Prestasi Selam Chaterine Surya

“Terima kasih kepada Bapak Wali Kota, Bapak Sekda, Kepala Dispora beserta jajaran yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk merawat, mempersiapkan, hingga menghadirkan kolam prestasi ini agar dapat digunakan untuk kejuaraan selam antar klub se-Indonesia,” ujarnya.

Mizar menilai kejuaraan tersebut penting bagi atlet junior dan senior.

Bagi atlet junior, kompetisi menjadi ruang untuk menguji hasil latihan. Atlet senior dapat menggunakan ajang ini sebagai persiapan menuju agenda olahraga berikutnya.

“Untuk atlet senior, event ini bisa menjadi acuan dalam mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Daerah, Southeast Asia Finswimming Championship 2026 di Johor, Malaysia, sekaligus persiapan menuju PON 2028,” jelasnya.

Dorong Ekonomi Kota Cirebon

Selain 598 atlet dari 81 klub, terdapat peserta dari unsur TNI dan Polri. Mereka berasal dari 14 satuan yang terdiri atas TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan Polri

Mizar berharap seluruh rangkaian pertandingan berlangsung aman dan kondusif.

Ia juga melihat kejuaraan tersebut memiliki dampak di luar arena pertandingan. Kehadiran ratusan peserta dari berbagai daerah berpotensi menggerakkan sektor usaha dan jasa di Kota Cirebon.

“Kami berharap kejuaraan ini sukses dalam pelaksanaannya, berlangsung kondusif, dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Kota Cirebon. Yang paling penting, mudah-mudahan dari kejuaraan ini lahir atlet-atlet selam berkualitas dan memiliki mental juara,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *